![]() |
| Hujan Deras Picu Luapan Sungai, BPBD & Pemkot Palu Tanggap Darurat |
AMANAH INDONESIA, PALU – Hujan deras yang mengguyur Kota Palu pada Minggu (11/1) mengakibatkan banjir merendam 83 unit rumah, memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri. Luapan air sungai dari Desa Labuan menyebabkan genangan di Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, termasuk satu unit sekolah dan satu pasar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan dii kawasan area flyover, Kelurahan Pantoloan, sebanyak 45 unit rumah warga terdampak. Sementara di Kelurahan Baiya, sebanyak 38 unit rumah, satu unit sekolah, dan satu unit pasar terdampak.
Banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA, dipicu intensitas curah hujan tinggi. Akibatnya, empat kepala keluarga di Kelurahan Baiya harus mengungsi. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
"Air sudah surut dan situasi kini terkendali. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan pembersihan di area terdampak untuk memastikan keamanan warga,” jelas Asbudianto.
Tim gabungan BPBD kini tengah membersihkan area pemukiman, memastikan kondisi aman dan kondusif bagi warga terdampak.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menginstruksikan OPD terkait untuk bergerak cepat menangani dampak banjir, termasuk penyediaan tenda darurat, dapur umum, serta penanganan dokumen penting warga seperti ijazah.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus melakukan langkah tanggap darurat sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang guna meminimalisasi risiko banjir di Kecamatan Tawaeli dan sekitarnya,” kata Hadianto.
Wali Kota bersama pejabat meninjau titik terdampak, termasuk rumah-rumah di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Danau Sibili, dan lokasi lain yang terdampak parah untuk mengidentifikasi penyebab banjir, seperti kondisi drainase, aliran air, dan lingkungan sekitar.
“Kita identifikasi dengan baik, jangan bekerja setengah-setengah, supaya pekerjaan bisa langsung menyeluruh. Kalau tidak sekaligus, dikhawatirkan akan ada hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tegas Hadianto.
BPBD mengingatkan pentingnya logistik bagi warga terdampak dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir di hari-hari berikutnya. Pemantauan dan pembersihan lokasi terdampak terus dilakukan agar kondisi kembali aman.

