Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap

Tangkapan layar video detik-detik penangkapan jurnalis Royman M Hamid oleh anggota Polres Morowali, Minggu (4/1). (Istimewa)

AMANAH INDONESIA, MOROWALI -- Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulteng, dilanda ketegangan sejak Sabtu (3/1/2026) malam. 

Kerusuhan terjadi setelah penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin, yang memicu warga membakar kantor PT Raihan Catur Putra (RCP) terkait konflik lahan.

Arlan ditangkap di kebun sengketa milik PT RCP. Warga sempat memblokade jalan dan menyerbu Mapolsek Bungku Pesisir dengan obor, menuntut pembebasannya.

Keesokan harinya, polisi menjemput paksa jurnalis Royman M Hamid, diiringi suara tembakan, yang membuat warga panik. 

Kapolres AKBP Zulkarnain menegaskan penangkapan jurnalis dan tiga terduga pelaku pembakaran kantor PT RCP, termasuk seorang jurnalis berinisial RM, sesuai prosedur hukum dan tidak terkait profesi mereka.

Komnas HAM Sulawesi Tengah menyoroti tindakan aparat sebagai kemunduran demokrasi. Kepala Komnas HAM, Livand Breemer, menyatakan, Penegakan hukum tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam suara kritis warga.

Komnas HAM menuntut penghentian penahanan aktivis yang dianggap lemah dasar hukumnya, serta memeriksa Kapolres Morowali melalui Propam Polri dan Kompolnas.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
  • Konflik Lahan, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan