Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai

Rumah warga terendam banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Parigi Moutong.


SULTENG AMANAH INDONESIA, PARIGI MOUTONG -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong kembali memicu bencana banjir. Luapan sungai yang melintas di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ratusan warga terdampak dan potensi banjir susulan masih menjadi ancaman seiring tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

PARIGI MOUTONG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 176 jiwa terdampak banjir yang melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong.

Bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut hingga menyebabkan sungai meluap dan merendam sejumlah rumah warga serta akses jalan desa.

“Banjir disebabkan hujan deras yang mengakibatkan air sungai meluap hingga merendam jalan dan rumah warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Sabtu.

Dua Dusun Terdampak Luapan Sungai

Berdasarkan data sementara BPBD, wilayah yang terdampak paling signifikan berada di Dusun 1 dan Dusun 5 Desa Ongka.

Sebanyak 176 warga tercatat terdampak langsung akibat luapan air yang masuk ke kawasan permukiman.

Meski demikian, jumlah rumah yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Tim gabungan BPBD bersama aparat desa terus melakukan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan warga pascabanjir.

Tidak Ada Korban Jiwa dan Pengungsian

Kabar baiknya, hingga laporan terakhir diterima BPBD, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat banjir tersebut.

Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing karena ketinggian air mulai berangsur menurun beberapa jam setelah banjir terjadi.

Meski kondisi mulai membaik, warga tetap diminta waspada karena cuaca di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya stabil.

Tim BPBD Lakukan Asesmen Lapangan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong langsung turun ke lokasi.

Tim melakukan asesmen untuk mengidentifikasi dampak banjir, mendata kebutuhan warga, serta menyiapkan langkah penanganan yang diperlukan apabila terjadi banjir susulan.

Pendataan juga difokuskan pada kondisi infrastruktur yang terdampak, termasuk akses jalan dan fasilitas umum yang sempat terendam air.

Ancaman Banjir Susulan Masih Perlu Diwaspadai

Meskipun genangan air mulai surut, BPBD mengingatkan bahwa ancaman banjir belum sepenuhnya berakhir.

Curah hujan yang masih terjadi di wilayah hulu sungai berpotensi meningkatkan debit air dan memicu luapan kembali ke kawasan permukiman.

“Air sempat surut, namun masih berpotensi banjir susulan karena hujan masih terjadi hingga saat ini,” ujar Asbudianto.

Kondisi tersebut membuat pemantauan situasi terus dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan.

Normalisasi Sungai Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain penanganan darurat, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah normalisasi sungai guna memperlancar aliran air serta mengurangi sedimentasi yang dapat mempersempit badan sungai.

Selain itu, penguatan tebing sungai juga diperlukan untuk mencegah erosi dan mengurangi potensi luapan air ke kawasan permukiman saat curah hujan tinggi.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat Desa Ongka termasuk wilayah yang cukup rentan terdampak banjir saat musim hujan berlangsung.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

BPBD Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air sungai.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta menyiapkan langkah antisipasi dini, terutama jika hujan deras kembali mengguyur dalam durasi panjang.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan informasi resmi dari BPBD maupun BMKG terkait potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Banjir yang melanda Desa Ongka kali ini memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun menjadi pengingat bahwa risiko hidrometeorologi masih tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Dengan curah hujan yang masih berlangsung dan kondisi sungai yang belum sepenuhnya stabil, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi faktor utama untuk meminimalkan dampak apabila banjir susulan kembali terjadi.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
  • Banjir Rendam Desa Ongka Parigi Moutong, 176 Warga Terdampak dan Ancaman Susulan Masih Mengintai
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan